Loading...
Showing posts with label TEKNIK. Show all posts
Showing posts with label TEKNIK. Show all posts
KOLEKSI TUGASKU - MAKALAH ALAT BERAT

KOLEKSI TUGASKU - MAKALAH ALAT BERAT

February 03, 2020 Add Comment

BAB 1
PENDAHULUAN
1.1.  Latar Belakang
Alat berat yang kita kenal didalam ilmu teknik sipil adalah alat yang digunakan untuk membantu manusia dalam melakukan pekerjaan pembangunan suatu struktur. Penggunaan alat berat yang kurang tepat dengan kondisi dan situasi lapangan pekerjaan akan berpengaruh berupa kerugian antara lain rendahnya produksi, tidak tercapainya jadwal atau target yang telah di tentukan, atau kerugian perbaikan yang tidak semestinya. Oleh karena itu sebelum menentukan tipe dan jumlah peralatan dan attachmentnya, haruslah dipahami fungsi dan aplikasinya. Terdapat beraneka macam alat yang sering di gunakan dalam pekerjaan konstruksi, tetapi yang akan dibahas dalam makalah ini hanya alat-alat yang umum digunakan untuk pekerjaan konstruksi saja. Adapun alat-alat yang akan di bahas tersebut adalah hasil survei terhadap Proyek Jalan Nasional Pembangunan Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai dan Pembangunan Pusat Oleh-oleh KRISHNA. Yaitu antara lain : Tower Crane, Excavator, Dump Truck, Bulldozer.
Dewasa ini penggunaan alat berat merupakan factor penting di dalam proyek-proyek konstruksi dengan skala yang besar. Pemilihan alat berat dilakukan pada tahap perencanaan, dimana jenis, jumlah, dan kapasitas alat serta fungsi merupakan factor-faktor penentu. Untuk itu maka alat berat dapat di klasifikasikan secara fungsional dan operasional alat berat.
1.2.  Rumusan Masalah
a.      Apa saja yang dimaksud dengan alat berat Tower Crane, Excavator, Bulldozer dan Dump Truck ?
b.      Bagaimana cara menghitung produktivitas alat berat Tower Crane, Excavator, Bulldozer dan Dump Truck ?
c.      Bagaimana cara menentukan Analisa Harga satuan alat berat Tower Crane, Excavator, Bulldozer dan Dump Truck ?
d.      Bagaimana dengan RAB pengunaan alat di proyek tersebut ?
1.3.  Tujuan dan Manfaat
a.     Mengetahui pengertian masing-masing alat berat.
b.    Mengetahui kondisi real alat berat di lapangan proyek.
c.     Membuka wawasan mengenai alaat berat.
d.    Dapat menghitung produktivitas alat berat.
e.     Menentukan harga satuan dan RAB.
f.      Mengetahui waktu total penggunaan alat.

Tambah ILMU Kayu kalian >>> ILMUTEKNIK : Jenis - Jenis Kayu yang Banyak Digunakan pada Bangunan di Indonesia
1.4.   Deskripsi Masing-Masing Alat
A.    Tower Crane
               Tower Crane adalah alat yang digunakan untuk mengangkat material secara vertical dan horizontal ke suatu tempat yang tinggi pada ruang gerak yang terbatas. Tipe crane dibagi atas cara crane tersebut berdiri, yaitu crane yang berdiri bebas (free standing crane), crane di atas rel (rail mounted crane), crane yang ditambatkan pada bangunan (ted-in tower crane), dan crane panjat (climbing crane).
               Bagian dari crane ini adalah mast (tiang utama), dan counter jib, couterwight, trolly, dan tie ropes. Mast merupakan tiang vertical berdiri atas base atau dasar. Jib merupakan tiang horizontal yang panjangnya ditentukan berdasarkan jangkauan yang diinginkan. Counter jib adalah tiang penyeimbang. Pada counter jib dipasangkan counter weight sebagai penyeimbang beban. Trolley merupakan alat yang bergerak sepanjang jib yang digunakan untuk memindahkan material secara horizontal dan pada trolley tersebut dipasangkan hook atau kait. Kait dapat bergerak secara vertical untuk mengangkat material. Tie roper adalah kawat yang berfungsi untuk menahan jib supaya tetap dalam kondisi klurus 90˚ terhadap tiang utama. Pada bagian atas tiang utama sebelum jib terdapat ruang operator dan di bawah ruang tersebut terdapat sleewing ring yang berfungsi untuk memutar jib. Selain itu juga terdapat climbing device yang merupakan alat untuk menambah ketinggian crane.
B.     Excavator
Excavator (Mesin pengeruk) adalah salah satu alat berat yang terdiri dari mesin di atas roda khusus yang dilengkapi dengan lengan (arm), alat pengeruk (bucket), keranjang dan rumah rumah dalam sebuah wahana putar dan digunakan untuk penggalian (akskavasi). Biasanya digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan berat berupa penggalian tanah yang tidak bisa dilakukan secara langsung oleh tangan manusia. Pengertian ini didasarkan dari asal-usul excavator yang diciptakan sebagai alat penggali tanah untuk membangun rel kereta api, serta dari kata “excavation” yang berasal dari bahasa Inggris yang berarti “pengggalian” atau mesin penggali.
Di Indonesia, excavator lebih sering disebut Bego atau Beko, namun sebenarnya excavator bukan berarti bego. Kata bego berasal dari bahasa Inggris dari kata “Backhoe”, yaitu excavator mini yang ditempelkan pada bagian belakang mesin traktor, seperti backhoe loader atau mesin traktor lainnya Rumah rumah diletakan diatas kereta bawah yang dilengkapi Roda rantai atau Roda.
Ekskavator kabel menggunakan Winch dan Tali besi untuk bergerak. Ekskavator kabel adalah perkembangan alami dari Penggaruk Uap dan sering disebut Power shovel. Semua gerakan dan fungsi dari ekskavator hidrolik menggunakan aksi cairan hidrolik , dengan silinder hidrolik dan motor hidrolik. Dikarenakan pengaktifan secara linear oleh silinder hidrolik, maka mode operasi mereka berbeda dengan ekskavator kabel.
Berikut dibawah ini penggunaan alat excavator :

  1. Menggali parit, lubang, pondasi bangunan
  2. Penanganan Material
  3. Memotong semang dengan alat khusus
  4. Pekerjaan kehutanan
  5. Penghancuran
  6. Perataan tanah
  7. Angkut berat
  8. Pertambangan,terutama Pertambangan pit terbuka
  9. Pengerukan sungai
  10. Menancapkan Batang pondasi
  11. Tipe ekskavator
  12. Excavator kompak
  13. Excavator dragline
  14. Long reach excavator
  15. Steam shovel
  16. Power shovel
  17. Suction excavato

C.     Dump Truck
            Dump truck (dump truk) adalah kendaraan jenis yang digunakan untuk mengangkut bahan material seperti pasir, kerikil atau tanah untuk keperluan konstruksi. Dump truck dapat memindahkan material pada jarak menengah sampai jarak jauh (500 meter – up). Isi muatannya diisikan oleh alat pemuat, sedangkan untuk membongkar muatannya alat berat ini dapat bekerja sendiri dengan mengangkat bagian bak dengan menggunakan teknologi hidrolik.
Secara umum, dump truk dilengkapi dengan bak terbuka yang dioperasikan dengan bantuan hidrolik, bagian depan dari bak itu bisa diangkat keatas dan bagian belakang bak berfungsi sebagai engsel atau sumbu putar sehingga memungkinkan material yang diangkut bisa melorot turun ke tempat yang diinginkan. Dump truck biasa digunakan dalam industri pertambangan untuk memindahkan material hasil tambang ataupun material tanah. Kapasitas sebuah Off-Road Mining Dump Truck ditentukan oleh kapasitas dump body-nya.
Jenis-Jenis Dump Truck
Kendaraan alat berat dump truck terdiri dari dua golongan jika ditinjau dari besar muatannya
  1. On High Way Dump Truck (muatan dibawah dari 20 m3)
  2. Off High Way Dump Truck (muatannya diatas 20 m3)
Berdasarkan ukuran muatan:
1. Ukuran kecil
Memiliki kapasitas angkut maksimum 25 ton.
2. Ukuran sedang
Memiliki kapasitas 25 sampai 100 ton.
3. Ukuran besar
Kapasitas muatannya lebih dari 100 ton
D.   Bull dozer
Bulldozer adalah traktor yang mempunyai traksi besar. Unit ini dapat melakukan pekerjaan menggali, menggusur, meratakan,menarik dan dapat dioperasikan pada medan yang berlumpur, berbatu, berbukit dan di daerah yang berhutan. Pada saat pembukaan lahan pertambangan yang baru, maka unit bulldozer inilah yang pertama kali diterjunkan untuk proses land clearing.
              
Pekerjaan yang dilakukan oleh unit bulldozer ini seperti ditunjukkan pada gambar di bawah ini.
   
Pada gambar sebelah kiri ditunjukkan, pekerjaan unit saat melakukan pemotongan tanah yang mempunyai structure yang keras (cutting hard ground).
Kemudian pada gambar sebelah kanan ditunjukkan posisi saat pekerjaan dozing (mendorong) material tanah yang akan dipindahkan.
Untuk gambar di sebelah kiri, ditunjukkan posisi unit saat melakukan smoothing operation (perataan permukaan tanah).
Kemudian untuk gambar kanan, ditunjukkan pekerjaan unit saat merobohkan pohon saat melaksanakan proses land clearing.

BAB 2
ANALISIS DATA SURVEY
2.1. Analisis Penggunaan Alat
Survey alat berat di PT Tunas Jaya. Proyek pembangunan krisna oleh-oleh
1.      Alat berat yang di gunakan pada proyek krisna oleh-oleh
a.       Excavator
b.      Forklift
c.       Tower crane ( mengangkat barang-barang dan material ke lantai first, second and third) januari-juli 500 juta /bulan. Nyewa sekalian operatornya ada 2 shif
Kerusakan ditanggung yang memiliki alat. Tc menggunakan jenset
Jenis TC 2500 kpa tc 45 meter. Beban maksimal 3 ton . kerja tower crane sepanjang yang dibutuhkan pada kegiatan proyek. Paling berat yang pernah diangkat beban 1,75 ton.
48 are luas proyek dan 5 lantai.
Awalnya tower crane sempat mengalami kendala pada mesin. Namun secepatnya diperbaiki oleh pemilik tower crane. Tc thn 1986 buatan prancis. Tc yang digunakan hanya 1 karena meminimalisir pembengkakan biaya.
d.      Dump truck
e.       Concrete pump. milik tunas jaya.
 Tunas jaya punya devisi peralatan
2.2. Proyek Pembangunan Jalan Nasional,
Pembangunan underpass simpang tugu ngurah rai.
Jenis-Jenis alat berat yang dipakai :
a.       Alat borpile ada 3 unit
b.      Crane services (mobile) ada 3 unit juga , sudah selesai.
c.       Excavator PC-78 ada 5 unit
d.      Excavator PC-200 ada 3 unit.
e.       Vibro roller digunakan untuk memadatkan pekerjaan aspal, jalan tersebut. Alat aspal atau produksinya AMP Asphalt Mixing Plant di Karangasem.
f.        PTR – Roda karet.
g.      Tandem Roller (roda besi)
h.      Finisher untuk nggelar aspal, Kompressor,
i.        Asphalt Sprayer. Penyemprot perekat, Asphalt Layer,
Mengebor untuk borepile sebanyak 1912 lubang. Retaining wall menggunakan borepile yang dijajar. Ada 2 macam yaitu : Primary pile tanpa tulangan menggunakan mutu beton k-175 yang secondary pile menggunakan besi tulangan mutu beton k-350. Alat berat rental dari PT. Brahmana. Untuk bore pile nya dari Jakarta yaitu PT. Trocon internusa.Bahan bakar solar di supply dari ownernya, dan termasuk operator.
Waktu pelaksanaan proyek dengan kontrak dari bulan 26 September 2017 sampai 20 oktober 2018. Tahapan penggunaan alat. Pengeboran sudah menggunakan excavator untuk membuang alat galian. Vibro roller digunakan ketika memulai pekerjaan timbunan untuk badan jalan dimulai dari bulan April.
Pertengahan November memulai pekerjaan borepile. Kerja pun ada yang di malam hari dari jam 02.00 – 06.00.Pelaksanaan proyek juga harus memperhatikan KKOP. Kawasan Keselamatan Operasional Penerbangan.
Proyek terbagi menjadi dua pekerjaan trowongan dan pekerjaan jalan. Pekerjaan trowongan banyak menggunakan dozer loader weider. Untuk pekerjaan jalan alatnya lengkap. Untuk scope pekerjaan underpas sendiri ada excavator, alat Bor ada dua untuk pengeboran dan untuk membuat dinding penahan underpassnya. Proyeknya juga ada dump truck ada vibro roller. Alat alat kecil juga banyak yang berkaitan dengan pekerjaan besar ada truck mixer ada batching plant ada concrete pump. Jadwal Penggunaan Alat dan Manajemen :
·         Penggunaan Alat berat aspal simultan dari januari hingga akhir agustus 2018
·         Alat bor jadwalnya dari November 2017 sampai mei 2018
·         Penggunaan excavator dari awal hingga agustus 2018
·         Pekerjaan beton. Batching plant, Concrete pump, Truck Mixer, Dump Truck dari November – Desember.
·         Pejabat yang menangani urusan alat berat ada Supervisior dari Adhi Karya. Untuk di semua bagian pekerjaan.
·         Untuk Produktivitas alat karena proyek di target penggunaan 2 operator hingga 18 jam.
·         Penambahan / pengurangan alat maupun sumberdaya bergantung dari tiap tiap capaian pekerjaan dalam bulan maupun mingguan.
·         Biaya perawatan ditanggung oleh pemilik alat.
·         Maintenance perjam nya rutin diganti oli dan telah diawasi. Alat berat juga dilengkapi SOP dan SIA SIO. ( Surat Ijin Alat dan Surat Ijin Operasional )

Tambah ILMU Kayu kalian >>> ILMUTEKNIK : Jenis - Jenis Kayu yang Banyak Digunakan pada Bangunan di Indonesia

BAB 3
METODE ANALISA BIAYA
3.1. Tower Crane
Harga satuan peralatan didasarkan pada biaya tahunan peralatan yang disebut harga sewa peralatan persatuan waktu, biaya operasional peralatan, serta biaya mobilisasi dan demobilisasi peralatan.Data Operasional PeralatanTower Crane, type ST60/15 dengan radius 60 m Genset, dengan standard mesin 150 KVA. Data Harga Sewa Peralatan :

·      Biaya Mobilisai dan Demobilisasi (Bali)
= Rp. 50.000.000,00 / unit
·         Harga sewa Tower Crane
= Rp. 90.000.000,00/ bulan
·         Harga Pondasi Tower Crane + angkur
= Rp. 130.000.000,00/ unit
·         Biaya operator (2 Orang)
Rp.8.500.000,00/ bulan
·         Harga oli
= Rp. 28.000,00/ liter
·         Harga sewa Genset
= Rp. 60.000.000/ bulan
·         Harga bahan baker
= Rp. 5.150,00/ liter

a.       Perhitungan Biaya Produksi
Harga Sewa Tower Crane :
Dengan asumsi :
1 hari   = 8 jam ( tanpa lembur )
1 bulan = 25 hari , maka 1 bulan
 = 25x8 = 200 jam
·         Harga sewa tower crane
= Rp 90.000.000,- / bulan
            200 jam
= Rp 450.000,-/jam
·         Harga sewa genset
= Rp 60.000.000,-/ bulan
            200 jam
= Rp 300.000,-/ jam
Maka harga ssewa peralatan adalah :
                             = Rp 450.000,- / jam
                             = Rp 300.000,- /jam +
                             =Rp 750.000,- / jam
b.      Biaya Operasional Peralatan
·         Biaya bahan bakar
Kebutuhan bahan bakar
=FOM x FW x  PBB x KM
Dimana :
§  FOM : Faktor Operasi Mesin ( asumsi mesin bekerja optimal 80 %  = 0.8)
§  FW : Faktor Waktu (asumsi kerja 1 jam = 50 menit dengan 0,83
§  PBB : Pemakaian Bahan Bakar , untuk pemakaian solar = 0,2 lt / jam
§  KM : Kekuatan Mesin 55 KVA
Maka :
Kebutuhan Bahan Bakar
= 0,8 x 0,83 x 0,2 x 55
= 7,304 lt / jam
=Kebutuhan Bahan Bakar x Harga Bahan Bakar /lt
= 7,304 x Rp 5.150,-
= Rp 37.615,- / jam
·         Biaya pelumas
 <!--[if gte msEquation 12]>g=KM x f195,5+ct (liter/jam)<![endif]-->
§  g          = Banyaknya Minyak pelumas yang digunakan
§  KM      = Kekuatan Mesin
§  F          = Faktor (0,8 x 0,83)
§  c          = Isi dari Carter Mesin (200 lt )
§  T          = Selang waktu pergantian ( 40 jam)
<!--[if gte msEquation 12]>g=55 x 0,664195,5+20040 (liter/jam)<![endif]-->
                                                   = 5,18 lt / jam
                                                  =  Banyak pemakaian pelumas x Harga pelumas / lt
                                                  = 5,18 x Rp 28.000,-
                                                  = Rp 145.040,- /jam
                                    Maka harga operasional peralatan adalah :
                                    = Rp 37.615,- / jam
                                    = Rp 145.040,- /jam +
                                    =Rp 182.655,- / jam
c.         Biaya Operator
Biaya operator = Rp.8.500.000,
                                                200 jam
                                    = Rp 42.500 / jam
                                    Maka biaya Tower Crane perjam
1)      Sewa Peralatan           =Rp 750.000
2)      Biaya Operasional       =Rp 182.655
3)      Biaya Operator           = Rp   42.500  +
   Rp  975.155 /jam
3.2. Excavator
Data primer adalah data yang didapatkan melalui hasil pengamatan di lokasi galian yaitu:
Tabel 1.  Data Primer di Galian
No
Uraian
Volume
Waktu
Biaya
Keterangan
1
Waktu CM
25
Detik
2
Volume galian
28000 m3
Per- block
3
Waktu kerja
8 jam
Per-hari
4
Biaya trailer
Rp.2000.000
Pulang pergi
5
Biaya sewa alat
Rp.150.000
Per –jam
6
Biaya solar
Rp.161.500
Per-jam
7
Upah operator
Rp.250.000
Per-hari
8
Upah kenek
Rp.100.000
Per-hari
Sumber: Hasil Penelitian, 2014
Data Sekunder
Tabel 2.  Data Sekunder Galian
No
Uraian
Volume
Keterangan
1
Kapasitas bucket
1,2 m3
Munjung
2
Koefisien bucket
0,80%
Kering
3
Konversi material
0,15%
Tanah
4
Efesiensi alat
0,78
Sedang
Tabel 3.  Spesifikasi Excavator pada Galian
No
Uraian
Nilai
Keterangan
1
Merk excavator
Ls
Kobelco
2
Tahun pembuatan
Ls
2012
3
Excavator PC
200
4
Kapasitas bucket
1
M3
5
Bahan bakar
Solar
6
Warna excavator
Hijau

Tambah ILMU Kayu kalian >>> ILMUTEKNIK : Jenis - Jenis Kayu yang Banyak Digunakan pada Bangunan di Indonesia

Biaya Excavator pada Galian
Untuk mengetahui biaya yang diperlukan untuk menggali material tanah pada galian tersebut adalah mengacu pada data-data yang didapat melalui hasil pengamatan di
lapangan, seperti di bawah ini:
a.
Biaya sewa excavator
=  Rp. 150.000,- per-jam
Dimana dalam pengoperasian atau produktifitas excavator dalam 1 (satu) hari
adalah 8 (delapan) jam, sehingga diketahui biaya sebagai berikut:
Biaya sewa excavator per-hari
= Rp. 150.000 x 8 jam
= Rp. 1.200.000,-
b.
Biaya mobilisasi excavator
= Rp. 2.000.000,-
c.
Biaya Solar
Untuk biaya solar sendiri didapatkan berdasarkan wawancara
di
lapangan, dalam 1 jam excavator menghabiskan solar sekitar 19 liter solar.
Sedangkan harga solar tingkat industri Rp. 8.500,- per-liter dan produktifitas
dalam satu hari satu hari adalah 8 jam, maka diketahui:
Biaya solar per-har  i
= biaya solar x waktu pemakaian
= (19 liter x Rp. 8.500,- x 8 jam)
= Rp. 1.292.000,-
d.
Biaya upah operator per-hari
= Rp. 250.000,-
e.
Biaya upah kenek per-hari
= Rp. 100.000,-
Dari  perhitungan di  atas dapat  diketahui  kebutuhan biaya  excavator
pada galian, seperti yang tertuang pada
Tabel 4.5 dibawah ini:
Tabel 6. Daftar Harga Galian
No
Uraian
Harga (Rp)
Keterangan
1
Biaya sewa excavator
1.200.000
per-hari
2
Biaya solar
1.292.000
per-hari
3
Upah operator
250.000
per-hari
4
Upah kenek
100.000
per-hari
Jumlah
2.842.000
Per-hari
Sumber: Hasil Penelitian,2014
Jadi total biaya per-hari untuk pekerjaan galian adalah
Rp. 2.842.000,- (dua juta delapan ratus empat puluh dua ribu rupiah).
Dalam proses pengalian ini membutuhkan waktu 16 hari, maka didapat nilai biaya sebagai berikut:
Biaya penggalian 16 hari           = total biaya perhari x waktu sewa
=    Rp. 2.842.000,- x 16 hari
=    Rp. 45.720.000,-
maka untuk perhitungan total biaya galian adalah sebagai berikut:
Total biaya galian                     = total biaya 16 hari + biaya mobilisasi
=    Rp. 45.720.000,- + Rp. 2.000.000,-
=    Rp. 47.472.000,-
Jadi total biaya yang dibutuhkan dalam pelaksanaan pekerjaan galian adalah Rp.

 BAB 4
PENUTUP
4.1.Kesimpulan
Menurut Rostiyanti (2002), Tower Crane merupakan suatu alat yang digunakan untuk mengangkat material secara vertikal dan horizontal ke suatu tempat yang tinggi pada ruang gerak terbatas. Disebut Tower karena memiliki rangka vertikal dengan bentuk standard dan ditancapkan pada perletakan yang tetap. Fungsi utama dari tower crane adalah mendistribusikan material dan peralatan yang dibutuhkan oleh proyek baik dalam arah vertikal ataupun horizontal. Tower crane merupakan peralatan elektromotor, artinya menggunakan listrik sebagai penggeraknya. Tenaga gerak tersebut diperoleh dari PLN maupun generator set.
Prinsip kerja tower crane berdasarkan kekuatan mesin (genset), keseimbangan beban, momen dan tegangan tarik kabel, serta sifatnya dapat berputar 360 derajat. Pada prinsipnya, tower crane merupakan pesawat pengangkat dan pengangkut yang memiliki mekanisme gerakan yang cukup lengkap yakni : kemampuan mengangkat muatan (lifting) menggeser (trolleying), menahannya tetap di atas bila diperlukan dan membawa muatan ke tempat yang ditentukan (slewing dan travelling).
Bagian Utama Tower Crane :
1. Rangka
2. Kabel Baja (Ropes)
3. Kait (Hook)
4. Pulley (Shave)
5. Drum penggulung kabel baja
6. Motor Penggerak                     
Penggunaan tower crane : yaitu pada tempat yang strategis tentunya, dengan memprehatikan beberapa faktor antara lain sebagai berikut :
1.   Arah gerak atau lintasan tower crane sebaiknya sejajar dengan arah memanjang dari bangunan.
2.   Harus tersedia ruang cukup untuk proses pemindahan.
3.   Dengan ukuran tower crane yang minimum, radius dan tinggi dan dapat menjangkau 100 % area gedung.
Letak tower crane direncakan sebagai berikut :
4.   Letak crane tepat ditengah – tengah bangunan dari posisi memanjang, karena pada posisi tersebut tower crane dapat menjangkau 100 % area bangunan dengan jib radius yang minimum.
5.   Tower crane berada di samping kanan bangunan dari tampak utara dengan free standing setinggi 50 m supaya tidak membentur bangunan lain pada saat proses kerja.

Lampiran:
 Tambah ILMU Kayu kalian >>> ILMUTEKNIK : Jenis - Jenis Kayu yang Banyak Digunakan pada Bangunan di Indonesia